Captain America Brave New World, Superhero Juga Butuh Pengakuan
Setelah Steve Rogers pensiun dan menyerahkan tameng legendarisnya kepada Sam Wilson (Anthony Mackie), peran Captain America kini berada di tangan yang baru. Captain America: Brave New World menyoroti perjalanan Sam dalam mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin baru, bukan hanya di mata masyarakat tetapi juga di antara rekan-rekannya.
Sebagai mantan The Falcon, Sam sudah terbiasa bertarung di udara dengan bantuan sayap teknologinya. Namun, kini tanpa serum super yang memperkuat tubuhnya seperti Steve Rogers, ia menghadapi tantangan yang jauh lebih berat. Tidak hanya harus melindungi dunia, ia juga harus membuktikan bahwa dirinya layak menyandang nama besar Captain America.
Bersama Joaquin Torres (Danny Ramirez) yang kini menjadi The Falcon, Sam mulai membentuk timnya sendiri untuk menghadapi ancaman baru. Tapi tantangan terbesar datang bukan dari musuh asing, melainkan dari dalam negeri Amerika Serikat sendiri.
Thaddeus Ross: Dari Musuh Lama Menjadi Presiden Amerika Serikat
Dalam dunia Marvel, Thaddeus Ross (Harrison Ford) bukanlah sosok baru. Sebelumnya, ia dikenal sebagai Jenderal Ross, yang sering berbenturan dengan Bruce Banner alias Hulk. Namun, dalam film ini, Ross naik ke posisi yang lebih tinggi sebagai Presiden Amerika Serikat yang baru.
Dengan jabatan barunya, Ross memiliki kekuatan politik yang lebih besar. Sementara ia dan Sam memiliki kepentingan yang sama dalam menjaga keamanan publik, hubungan keduanya tidak berjalan dengan baik. Keduanya pernah saling berhadapan sebelumnya, dan ketegangan antara mereka masih terasa meskipun kini mereka berada di sisi yang sama.
Namun, situasi berubah ketika Ross mengalami insiden penembakan misterius yang mengguncang Amerika. Pelakunya? Isaiah Bradley (Carl Lumbly), seorang veteran yang dulu sempat menjalani eksperimen serum super dan merupakan mentor sekaligus sahabat bagi Sam.
Tragedi Isaiah Bradley dan Konspirasi Politik
Setelah insiden penembakan, Isaiah Bradley langsung ditahan dan diadili sebagai seorang pengkhianat. Bahkan, ia dihadapkan pada ancaman hukuman mati. Bagi Sam, ini adalah tanda bahwa ada yang tidak beres.
Isaiah bukanlah orang yang akan melakukan tindakan ekstrem seperti itu tanpa alasan. Sam pun berusaha menyelidiki lebih dalam dan menemukan fakta mengejutkan: ada konspirasi besar di balik serangan terhadap Ross.
Penyelidikan ini membawa Sam pada rahasia kelam yang disembunyikan Ross, sesuatu yang bisa mengancam stabilitas dunia jika terbongkar. Dalam perjalanannya, Sam menghadapi dilema moral: apakah ia harus melawan Presiden Amerika Serikat, atau tetap mengikuti sistem demi menjaga kepercayaan publik?
Brave New World: Film Superhero dengan Nuansa Espionase
Captain America: Brave New World bukan sekadar film superhero biasa. Jika film-film Marvel sebelumnya banyak berfokus pada pertempuran epik dengan makhluk asing dan teknologi canggih, film ini lebih terasa seperti film agen rahasia khas Amerika Serikat.
- Lebih banyak intrik politik dan konspirasi dibanding pertarungan fisik.
- Sam tidak memiliki serum super, sehingga ia harus lebih mengandalkan strategi dan kerja sama tim.
- Nuansa thriller lebih terasa, mirip dengan film-film mata-mata seperti Captain America: The Winter Soldier.
Salah satu tema utama yang ditekankan dalam film ini adalah bahwa Captain America kali ini hanyalah manusia biasa. Sam beberapa kali mengucapkan bahwa ia berbeda dari Steve Rogers. Jika Steve mampu menghadapi alien, dewa, dan monster dengan kekuatan luar biasa, Sam justru harus berhadapan dengan ancaman yang lebih nyata: manusia biasa dengan kepentingan politik dan ekonomi.
Meskipun begitu, hal ini justru bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton. Film ini memberikan perspektif baru bahwa seorang superhero tidak harus memiliki kekuatan super untuk bisa melindungi dunia.
Konflik Pengakuan: Sam Wilson vs Thaddeus Ross
Menariknya, film ini tidak hanya berfokus pada aksi dan penyelidikan, tetapi juga konflik batin antara dua karakter utama: Sam Wilson dan Thaddeus Ross.
- Sam ingin diakui sebagai Captain America yang baru, bukan hanya oleh masyarakat, tetapi juga oleh rekan-rekan superheronya.
- Ross ingin diakui oleh putrinya, Betty Ross (Liv Tyler), sebagai seorang ayah yang telah berubah.
Ross memiliki masa lalu kelam, terutama hubungannya dengan Bruce Banner alias Hulk. Ia bertanggung jawab atas banyak hal buruk yang terjadi pada Banner, yang akhirnya membuatnya dijauhi oleh putrinya sendiri. Kini, sebagai Presiden, ia mencoba membangun kembali hubungan itu.
Namun, ketika terungkap bahwa Ross menyimpan rahasia besar terkait eksperimen serum super dan proyek senjata biologis, Sam sadar bahwa ia tidak bisa tinggal diam.
Baca juga:The Electric State Film Netflix Yang Bisa Di-Skip
Samuel Sterns: Mastermind di Balik Kekacauan
Ketika Sam menggali lebih dalam tentang kasus ini, ia menemukan fakta bahwa ada sosok yang menarik tali di balik layar: Samuel Sterns (Tim Blake Nelson).
Sterns adalah seorang ilmuwan dengan kemampuan otak super yang mampu menciptakan strategi licik dan skenario politik yang menguntungkan dirinya sendiri. Ia tidak perlu turun langsung ke medan perang—cukup dengan rencananya, ia bisa membuat dunia berada dalam kekacauan.
Sebagai salah satu musuh lama Hulk, kehadiran Sterns memberikan warna baru dalam film ini. Ia bukan sekadar villain yang bertarung dengan kekuatan fisik, tetapi seseorang yang mampu memanipulasi keadaan hingga pahlawan pun bisa jatuh dalam jebakannya.
Brave New World sebagai Langkah Baru Marvel
Film ini menjadi langkah awal bagi Marvel untuk menghadirkan konsep yang lebih segar dalam dunia sinematiknya. Setelah beberapa film terakhir mendapatkan kritik karena kurang inovatif, Captain America: Brave New World mencoba menghadirkan pendekatan yang lebih realistis dan berbasis konflik dunia nyata.
Film ini juga menjadi jembatan menuju proyek-proyek besar Marvel berikutnya, seperti:
- Thunderbolts
- The Fantastic Four: The First Step
Selain itu, sutradara Julius Onah berhasil memberikan sentuhan berbeda dengan menghadirkan nuansa film espionase yang lebih gelap dan serius dibanding film Marvel pada umumnya.
Kesimpulan: Captain America dalam Era yang Berbeda
Captain America: Brave New World bukan sekadar film tentang pertempuran pahlawan super melawan musuh yang lebih kuat. Ini adalah film tentang identitas, pengakuan, dan perjuangan seorang manusia biasa untuk membuktikan bahwa ia layak menjadi simbol harapan.
- Sam Wilson bukan Steve Rogers, dan itu yang membuatnya menarik.
- Thaddeus Ross menghadapi konflik batin sebagai pemimpin dan seorang ayah.
- Sterns sebagai dalang kejahatan memberikan tantangan baru bagi para pahlawan Marvel.
Film ini mungkin terasa berbeda dari film Marvel lainnya, tetapi justru itu yang membuatnya unik. Apakah Sam mampu membuktikan dirinya sebagai Captain America yang sejati? Apakah Ross benar-benar berubah atau masih memiliki agenda tersembunyi?