Influencer China Meninggal dunia Setelah Mengaku Tidak Makan 2 Hari
Kematian influencer populer dengan nama akun Maoyouyou membuat para penggemarnya di China merasa sangat sedih. Maoyouyou, yang dikenal sebagai seorang cosplayer anime, memiliki lebih dari 51 ribu pengikut di media sosial China.
Kabar Duka dari Keluarga

Maoyouyou, yang memiliki nama asli Shi Ye, sebelumnya mengungkapkan kepada para penggemarnya bahwa dia berada di ambang kematian. Beberapa hari setelah pernyataannya itu, keluarganya mengumumkan melalui media sosial bahwa Shi Ye telah meninggal dunia pada 25 Februari 2025.
Meskipun Shi Ye telah tiada, keluarganya memutuskan untuk tetap mengaktifkan akun media sosialnya. Mereka menyatakan ingin memberikan ruang bagi para penggemar dan orang-orang terdekat untuk mengenang dan mengekspresikan rasa kehilangan mereka.
“Kami tahu bahwa masih banyak orang yang menyukainya. Jadi kami tidak akan mencabut nomor ponselnya atau menutup akun media sosialnya. Sebaliknya, kami akan membiarkannya tetap ada agar kita semua bisa mengekspresikan betapa kami merindukannya,” tulis pihak keluarga dalam pernyataan resmi mereka.
Siaran Langsung Terakhir Maoyouyou
Sebelum meninggal dunia, Maoyouyou sempat melakukan siaran langsung dengan mengenakan kostum karakter anime favoritnya. Dalam siaran tersebut, ia mengaku bahwa kondisinya sedang sangat buruk, baik secara mental maupun fisik.
Pada momen tersebut, influencer berusia 24 tahun itu mengungkapkan bahwa ia hanya ingin “berbaring pasrah”, sebuah istilah yang populer di China untuk menggambarkan seseorang yang hanya melakukan hal paling minimal untuk bertahan hidup dan tidak ingin melakukan apa pun.
“Aku hanya merasa nyaman dengan berbaring di tempat tidur dan tidak melakukan apa pun,” katanya dalam siaran langsungnya.
Maoyouyou diketahui telah tinggal di sebuah apartemen sewaan di Beijing selama tiga tahun terakhir. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, ia menghadapi kesulitan finansial, termasuk tidak mampu membayar sewa apartemennya.
Kondisi yang Memburuk
Dalam siaran langsungnya, Maoyouyou mengungkapkan bahwa ia tidak makan selama dua hari dan kehilangan nafsu makan sepenuhnya. Ia juga telah berusaha mencari pengobatan, tetapi tidak berhasil mendapatkan janji temu di rumah sakit.
Beberapa jam sebelum kematiannya, Maoyouyou sempat mengunggah sebuah pesan misterius di media sosial yang mengisyaratkan bahwa ia berencana mengakhiri hidupnya.
“Kita tidak akan pernah bertemu lagi.”
Unggahan tersebut membuat para penggemarnya khawatir. Sayangnya, tidak ada yang bisa mencegah tragedi tersebut terjadi.
Penyebab Kematian Masih Misterius
Pihak keluarga tidak mengungkapkan penyebab pasti kematian Maoyouyou. Namun, banyak spekulasi yang muncul terkait kesehatan mentalnya serta tekanan finansial yang ia hadapi dalam beberapa bulan terakhir.
Kematian Maoyouyou kembali menjadi pengingat bahwa tekanan dalam dunia digital, terutama bagi para influencer yang bergantung pada media sosial, dapat berdampak buruk pada kesehatan mental. Banyak influencer yang merasa harus terus menghadirkan konten dan tetap relevan di dunia maya, meskipun dalam kondisi mental dan fisik yang tidak stabil.
Dampak dan Reaksi Publik
Kematian Maoyouyou menuai reaksi besar di media sosial China. Banyak penggemarnya yang mengungkapkan kesedihan mereka dan menyoroti beban mental serta tekanan finansial yang sering dihadapi para konten kreator.
BACA JUGA:You Are The Apple of My Eye: Cinta Pertama Tak Terlupakan
Banyak warganet juga menyerukan pentingnya kesadaran akan kesehatan mental, serta meminta pemerintah dan platform media sosial untuk lebih memperhatikan kesejahteraan para influencer yang mungkin menghadapi tekanan berat.
Beberapa influencer lainnya turut menyuarakan keprihatinan mereka, mengingatkan bahwa di balik tampilan bahagia di media sosial, banyak konten kreator yang sebenarnya sedang berjuang dengan kesepian, tekanan sosial, dan masalah keuangan.
Kesimpulan
Kematian Maoyouyou menjadi kisah tragis yang menyoroti betapa beratnya tekanan yang dihadapi oleh seorang influencer. Kondisi mental dan finansial yang memburuk, serta sulitnya mendapatkan bantuan medis, menjadi faktor yang memperparah keadaannya.
Kisah ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa penting untuk lebih peduli terhadap orang-orang di sekitar kita. Jika ada teman atau kerabat yang menunjukkan tanda-tanda tekanan mental atau kesulitan hidup, penting untuk memberikan dukungan dan membantu mereka mencari pertolongan profesional.
Selain itu, industri media sosial juga perlu lebih memperhatikan kesejahteraan para kreator, agar mereka tidak hanya menjadi mesin pembuat konten, tetapi juga manusia yang mendapatkan dukungan emosional dan mental yang layak.