Film “The Zone of Interest” karya Jonathan Glazer menawarkan sudut pandang unik tentang kekejaman Holocaust yang jarang dieksplorasi dalam sinema. Diadaptasi secara longgar dari novel Martin Amis, film ini mengikuti Rudolf Höss (Christian Friedel), komandan kamp konsentrasi Auschwitz, dan keluarganya yang hidup nyaman di rumah mewah tepat di sebelah kamp yang penuh penderitaan.
Sinopsis Singkat
Kisah ini berfokus pada kehidupan sehari-hari keluarga Höss yang tampak harmonis, dengan Rudolf yang sibuk mengelola kamp dan istrinya, Hedwig (Sandra Hüller), yang menikmati kehidupan mewah mereka. Rumah mereka menjadi simbol kekejaman tak terucapkan, di mana tembok rumah menjadi pemisah tipis antara kenyamanan dan tragedi yang mengerikan. Glazer dengan cermat menyoroti kontras mencolok antara kebrutalan Holocaust dan kehidupan domestik keluarga Höss.
Kelebihan Film
- Pendekatan Narasi yang Berbeda: Glazer menggunakan pendekatan minimalis dengan dialog terbatas. Ketegangan dan kengerian lebih banyak disampaikan melalui suara latar, seperti suara tembakan dan jeritan samar di kejauhan, yang terus menghantui penonton meskipun tak terlihat secara langsung.
- Akting yang Kuat: Christian Friedel dan Sandra Hüller tampil mengesankan. Friedel menampilkan sosok Rudolf Höss sebagai pria dingin dan penuh perhitungan, sementara Hüller memerankan Hedwig sebagai istri yang menikmati keistimewaan tanpa memperhatikan kekejaman di sekitarnya.
- Sinematografi Menakjubkan: Kameramen Łukasz Żal memanfaatkan komposisi gambar sederhana namun penuh makna. Setiap frame terasa simbolis, menyoroti keseharian yang tampak normal di satu sisi, dan realitas kelam di sisi lain.
Baca juga Review Film Lainnya di C21 Premier:
- Review Film “Ipar Adalah Maut”
- Rekomendasi Drakor Tema Balas Dendam
- Mengenal Apa Itu Marvel Cinematic Universe (MCU)
Kekurangan Film
- Gaya Penceritaan Lambat: Tempo film yang lambat dan minim dialog mungkin menjadi tantangan bagi penonton yang terbiasa dengan narasi cepat.
- Minimnya Dialog: Beberapa penonton mungkin merasa kurang terhubung dengan karakter karena film lebih mengandalkan atmosfer dan visual daripada percakapan.
Analisis Mendalam
“The Zone of Interest” menggambarkan banalitas kejahatan dengan cara yang mengerikan. Film ini menunjukkan bagaimana kekejaman bisa menjadi sesuatu yang biasa dan diterima oleh mereka yang terlibat secara langsung. Hedwig, misalnya, begitu bangga dengan rumahnya yang berdampingan dengan Auschwitz, bahkan memamerkannya kepada teman-temannya, tanpa sedikit pun rasa bersalah.
Glazer juga menekankan pentingnya suara sebagai elemen penceritaan. Tanpa perlu menampilkan adegan kekerasan secara eksplisit, suara latar yang mengganggu menjadi pengingat konstan akan horor yang terjadi di luar layar. Hal ini membuat penonton merasa tidak nyaman dan terus-menerus diingatkan akan realitas mengerikan yang sedang berlangsung.
Kesimpulan
“The Zone of Interest” bukanlah film perang biasa. Pendekatan subtil namun menghantui membuatnya menjadi salah satu film paling berkesan tentang Holocaust. Dengan akting memukau, sinematografi yang kuat, dan narasi yang mendalam, film ini layak mendapatkan perhatian lebih. Cocok bagi penonton yang menyukai film dengan pesan filosofis dan penggambaran visual yang kuat.
Rating: 4.7/5
Dapatkan ulasan film terbaru lainnya hanya di C21 Premier!